Kembali ke Semua Artikel
Kualitas Air 5 min baca

Memahami Sistem Filtrasi Air: Apa yang Perlu Anda Ketahui

15 Juli 2026Oleh Tim Edukasi Shigra

Air bersih adalah kebutuhan mendasar dalam menjaga kesehatan harian keluarga. Namun, di tengah beragamnya teknologi filtrasi yang beredar di pasaran, konsumen sering kali kesulitan membedakan antara klaim pemasaran dan spesifikasi teknis faktual.

Secara umum, sistem filtrasi air bekerja dalam beberapa tingkatan untuk menyaring senyawa fisik, kimiawi, maupun mikroorganisme. Penyaringan tahap awal (sedimen filter) bertugas menangkap partikel fisik berukuran besar seperti pasir dan karat saluran air.

Tahap selanjutnya adalah karbon aktif, yang secara efektif menyerap zat klorin, menghilangkan bau, dan meminimalkan rasa tidak sedap. Karbon aktif tingkat tinggi bekerja melalui proses adsorpsi molekuler.

Garda terdepan filtrasi mikroskopis umumnya menggunakan teknologi Ultra Filtration (UF) dengan pori-pori hingga 0.01 Micron (0.01μm). Ukuran pori ini cukup kecil untuk menyaring sebagian besar kontaminan fisik dan mikroorganisme tanpa menghilangkan kandungan mineral alami yang dibutuhkan tubuh.

Penting untuk dicatat bahwa alat pengolah air bertugas meningkatkan kebersihan fisik dan rasa air baku. Sesuai panduan regulasi BPOM dan BSN, perangkat air minum tidak boleh diklaim sebagai obat atau terapi pengobatan penyakit.

Catatan Edukasi: Artikel ini diterbitkan oleh Komunitas Shigra untuk tujuan edukasi umum. Informasi di dalam artikel bukan merupakan saran atau pengobatan medis profesional.